NewBiks is now a member of the OpenAI Partner Network
InsightsBy Nura Linggih

Teknologi Digital Telkom: 4 Rilis, Baru 1 buat UMKM

Paket terbungkus bergerak melewati ponsel dan printer label di ruang pengemasan UMKM Indonesia.

Di panggung Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026, 26 Oktober lalu, TelkomGroup menyebut empat nama sekaligus: AI Ready Data Center, AI ModelHub, National IoT Platform, dan PaDiSera. Angka yang dibawa rilis resminya besar semua: aspirasi kapasitas data center sampai 1 gigawatt, sekitar 3 juta perangkat IoT yang sudah diterapkan, dan lebih dari 190.000 UMKM yang pernah difasilitasi PaDi UMKM sejak 2020.

Buat pemilik usaha, pertanyaannya lebih sederhana: mana yang bisa dipakai minggu ini, berapa biayanya, dan syaratnya apa? Untuk tiga dari empat kapabilitas itu, rilis Telkom belum menjawab. Untuk yang keempat, jawabannya ada, tapi di produk lama, PaDi UMKM, bukan di PaDiSera.

Empat nama, satu yang menyentuh toko kamu

Rilis Telkom membagi pengumumannya per lapisan. AI Ready Data Center diposisikan sebagai fondasi komputasi untuk model AI di Indonesia dan Asia Tenggara. AI ModelHub menjanjikan akses terpadu ke berbagai model AI dengan kendali atas data strategis. National IoT Platform menggabungkan konektivitas perangkat dengan analitik AI untuk monitoring dan operasional.

PaDiSera berbeda. Telkom membingkainya sebagai marketplace nasional untuk memperluas akses pasar UMKM ke ritel, dibangun di atas fondasi PaDi UMKM. Masalah yang mau diselesaikan jelas dan akrab buat siapa pun yang pernah jualan: mencari pembeli.

Analisis kami: tiga kapabilitas pertama bisa relevan buat usaha yang mengoperasikan armada, gudang, pabrik, atau membangun produk AI. Tapi tanpa harga dan cara akses, UMKM belum bisa membandingkannya dengan kerja manual, spreadsheet, atau menambah staf. Hari ini, cuma PaDiSera yang bisa dibaca sebagai janji ke pemilik toko.

Angka besar tanpa penyebut

Bahasa rilisnya perlu dibaca pelan. Telkom menyebut 1 gigawatt sebagai aspirasi ekspansi AI Ready Data Center. Itu target, bukan kapasitas aktif, dan rilis tidak mencantumkan kapan target itu mau dicapai atau berapa kapasitas yang sudah berjalan sekarang.

Angka sekitar 3 juta perangkat IoT lebih konkret, tapi datang tanpa penyebut. Rilis tidak bilang berapa yang aktif, berapa pelanggan yang memakainya, sektor apa saja, atau berapa yang benar-benar memakai analitik AI. AI ModelHub malah tidak membawa angka pemakaian sama sekali.

Analisis kami: angka seperti ini berguna untuk investor dan pembuat kebijakan yang sedang membaca arah. Untuk pemilik usaha yang mau menghitung biaya proyek, angka itu belum bisa dipakai sampai ada jadwal, kapasitas operasional, dan daftar harga.

Uangnya di mana

Angka yang sudah bisa dicek ada di PaDi UMKM dan di pengadaan pemerintah, bukan di empat rilis baru.

AngkaTanggal dataSumberCara membacanya
Biaya transaksi penjual B2B 1,50% / 1,00% / 0,50%Berlaku sejak 1 Okt 2024PaDi UMKMUntuk PO di bawah Rp100 juta, Rp100 juta sampai Rp1 miliar, dan di atas Rp1 miliar; sudah termasuk PPN 11%
Lebih dari 223.000 transaksi, 183.300 penjual, 115.628 pembeliTahun 2025, dipublikasikan 9 Sep 2026Telkom IndonesiaAda aktivitas, tapi nilai transaksi dan repeat order tidak dicantumkan
Lebih dari 190.000 UMKM difasilitasi PaDi UMKMSejak 2020, disebut dalam rilis 26 Okt 2026Telkom IndonesiaJangkauan historis, bukan jumlah seller aktif PaDiSera
Rp191,3 triliun, 44,9% transaksi penyedia melibatkan UMKSampai 13 Okt 2026Komdigi, mengutip LKPPPasar pengadaan publik yang melibatkan 271.369 pelaku usaha

Pasar yang dituju PaDi memang bukan slogan. Komdigi melaporkan, mengutip data LKPP, bahwa usaha mikro, kecil, dan koperasi membukukan Rp191,3 triliun dalam pengadaan pemerintah sampai 13 Oktober 2026, setara 44,9% transaksi penyedia.

Tapi ada potongan di tengah jalan. Halaman resmi PaDi UMKM mencantumkan biaya transaksi B2B yang berlaku sejak 1 Oktober 2024, berjenjang sesuai nilai purchase order. Biaya itu, bersama pajak, logistik, dan tempo pembayaran, harus masuk ke hitungan margin per produk. Omzet kotor bukan ukuran untung.

Artikel Telkom sendiri pada 9 September 2026 juga jujur soal batasnya: masuk marketplace tidak menjamin dapat order. Dan jumlah UMKM yang pernah difasilitasi tidak sama dengan penjual aktif atau pembeli yang kembali.

Yang tidak dibilang Telkom

Per 27 Oktober 2026, rilis Telkom belum menyebut tanggal operasional PaDiSera, syarat seller, biaya, target pembeli, atau apakah akun PaDi UMKM pindah otomatis. Hal yang sama berlaku untuk AI ModelHub: belum ada daftar model, harga, syarat pengguna, atau tanggal tersedia. National IoT Platform belum punya paket dan biaya yang dipublikasikan.

Yang sudah jelas justru syarat jalur lama. Pusat bantuan PaDi UMKM meminta calon penjual menyiapkan KTP pemilik usaha, NPWP pemilik toko atau perusahaan, nama toko, dan bentuk usaha. Syarat dan ketentuannya juga mewajibkan NPWP valid sebelum pembayaran ke seller dilepas.

Analisis kami: Telkom sedang menyusun lapisan dari infrastruktur sampai marketplace, tapi pengumuman 26 Oktober belum membuktikan keempatnya sudah tersambung jadi satu jalur untuk UMKM. Sampai ada halaman produk yang menjawab siapa yang bisa masuk, berapa biayanya, dan hasil apa yang diukur, perlakukan semuanya sebagai rencana.

Pekerjaan rumah sebelum kanal baru dibuka

Tim UMKM Indonesia mencocokkan stok fisik dengan spreadsheet dan order yang baru masuk sebelum membuka kanal penjualan baru.
Kanal baru berguna ketika katalog, stok, margin, dan approval operasional sudah rapi.

Kalau kamu jualan lewat katalog atau chat, hambatan pertama biasanya bukan kurang marketplace. Deskripsi produk tidak konsisten, stok di spreadsheet beda dengan di rak, pertanyaan pembeli telat dibalas, dokumen order tercecer, dan approval harga menunggu owner. Kanal baru cuma menambah volume ke alur yang sudah macet.

Pekerjaan yang bisa dimulai sekarang tidak perlu menunggu PaDiSera: bersihkan master produk, tetapkan siapa yang boleh mengubah harga, buat satu sumber stok, dan ukur waktu dari pertanyaan pertama sampai order siap dikirim. AI untuk customer operations baru berguna setelah alur itu tertulis jelas, dan perubahan harga, komitmen stok, refund, serta pelepasan pembayaran tetap berhenti di orang yang namanya jelas.

Kalau tertarik pada IoT atau AI dari Telkom nanti, minta proposal berbasis satu workflow, misalnya stok, suhu gudang, pertanyaan produk, atau status order, dengan ukuran sebelum dan sesudah, sebelum menganggarkan apa pun.

Yang perlu dipantau

  • Sampai DTIIF berakhir 28 Oktober 2026: Demo, halaman pendaftaran, atau factsheet resmi yang menjelaskan cara akses empat kapabilitas.
  • Sebelum akhir 2026: Tanggal operasional PaDiSera, aturan seller, biaya, migrasi akun PaDi UMKM, target pembeli, dan mekanisme komplain.
  • Saat AI ModelHub dibuka: Daftar layanan, penggunaan data, harga, dukungan, dan batas tanggung jawab, sebelum ada data bisnis yang masuk.
  • Saat target data center diperbarui: Pemisahan antara kapasitas yang sudah aktif, sedang dibangun, dan masih aspirasi, lengkap dengan jadwal.

Sumber

  1. Telkom Indonesia: TelkomGroup Luncurkan Pengembangan Sovereign Digital Technology di DTIIF 2026
  2. PaDi UMKM: Biaya Transaksi Penjual
  3. PaDi UMKM: Syarat dan Ketentuan Layanan di PaDi UMKM
  4. PaDi UMKM: Cara Daftar Sebagai Penjual
  5. Telkom Indonesia: Untung Rugi Gabung PaDi UMKM, Ini Faktanya untuk Pelaku Usaha
  6. Kementerian Komunikasi dan Digital: UMK Catat Transaksi Rp191,3 Triliun, Katalog Elektronik Buka Pasar Produk Lokal

Common questions

Apa saja empat teknologi digital Telkom yang diumumkan di DTIIF 2026?
TelkomGroup mengumumkan AI Ready Data Center, AI ModelHub, National IoT Platform, dan PaDiSera pada 26 Oktober 2026. Data center dan ModelHub fokus pada komputasi AI, platform IoT pada monitoring operasional, sedangkan PaDiSera pada akses pasar UMKM.
Apakah PaDiSera sudah bisa dipakai UMKM?
Belum. Per 27 Oktober 2026, rilis Telkom belum menyebut tanggal operasional, halaman pendaftaran, aturan seller, atau biaya PaDiSera. UMKM yang ingin masuk pasar B2B sekarang masih bisa lewat jalur penjual PaDi UMKM.
Berapa biaya jualan di PaDi UMKM?
Sejak 1 Oktober 2024, biaya transaksi penjual B2B adalah 1,50% untuk purchase order di bawah Rp100 juta, 1,00% untuk Rp100 juta sampai Rp1 miliar, dan 0,50% di atas Rp1 miliar. PaDi UMKM menyatakan biaya tersebut sudah termasuk PPN 11%.
Apa arti target data center Telkom sampai 1 gigawatt?
Telkom menyebut 1 gigawatt sebagai aspirasi ekspansi kapasitas AI Ready Data Center. Rilis 26 Oktober 2026 belum menyebut kapasitas aktif, jadwal pencapaian, harga, atau cara UMKM mengaksesnya, jadi angka itu belum bisa dipakai untuk menghitung biaya proyek.
Apa yang perlu disiapkan UMKM sebelum mencoba marketplace atau AI baru?
Rapikan legalitas (KTP dan NPWP), katalog, harga, stok, margin setelah biaya, kapasitas pasok, dan jalur approval. Untuk AI, pilih satu workflow dengan ukuran sebelum dan sesudah, dan pertahankan approval manusia untuk harga, refund, komitmen stok, dan pembayaran.