WawasanOleh Nura Linggih

BPO Adalah: Pengertian, Contoh, dan Perusahaan BPO

Gedung kantor Teleperformance di Makati, Filipina: menara kaca biru dengan logo Teleperformance di puncaknya, di samping mal dan pohon palem.
Foto: Judgefloro, CC0, via Wikimedia Commons

BPO adalah singkatan dari business process outsourcing: bisnis menyerahkan satu proses kerja utuh, misalnya customer service, pembukuan, atau penggajian, ke perusahaan lain yang menjalankannya berdasarkan kontrak dan dibayar per orang, per transaksi, atau per hasil.

Bedanya dengan "outsourcing" yang biasa kita dengar di Indonesia: di BPO, vendor bertanggung jawab atas hasil kerjanya, bukan cuma menyediakan orang. Di bawah ini kita bahas jenis BPO, contoh perusahaan BPO di Indonesia, aturan alih daya terbaru (termasuk Permenaker 7/2026) dan pajak jasa outsourcing, model harganya, dan apakah AI bakal menggantikan BPO.

Poin penting

  • BPO dalam satu kalimat: Vendor menjalankan satu proses utuh buat kamu, misalnya customer service, pembukuan, atau payroll, dengan target layanan yang disepakati. Tanggung jawab atas hasil dan data tetap di bisnismu.
  • Beda dengan alih daya tenaga kerja: Alih daya menyediakan orang; BPO menjual hasil. Apakah kontrak BPO kamu masuk aturan alih daya (Permenaker 7/2026), tanyakan ke konsultan hukum.
  • Pajaknya perlu dicek: Jasa outsourcing umumnya kena PPh 23 sebesar 2% dari bruto, dan BPO yang bertanggung jawab atas hasil umumnya kena PPN.
  • AI mengubah BPO, bukan menghapusnya: AI Klarna menangani dua pertiga chat pelanggannya, tapi Gartner (Juni 2025) memprediksi separuh perusahaan yang berencana memangkas tim layanan besar-besaran akan membatalkannya pada 2027.
  • Ada opsi ketiga: Selain rekrut admin atau outsource, proses yang berbasis aturan bisa dijalankan AI workflow di tools yang sudah kamu pakai, dengan tim kamu yang meng-approve pengecualian.

BPO adalah apa, dan apa saja jenisnya?

Business process outsourcing berarti kamu mengontrak pihak ketiga untuk menjalankan satu proses dari awal sampai akhir. Kamu sepakati lingkupnya (misalnya "balas semua chat pelanggan di jam kerja" atau "input semua tagihan supplier dan siapkan tutup buku bulanan"), target layanannya, dan harganya. Vendor yang merekrut, melatih, dan mengelola orang-orangnya.

Dilihat dari fungsinya, BPO front office berhadapan langsung dengan pelanggan: call center, live chat, dukungan penjualan, dan komplain. BPO back office mengurus kerjaan internal: pembukuan, utang-piutang, payroll, administrasi HR, input data, dan klaim.

Dilihat dari lokasinya, ada onshore (vendor di dalam negeri), nearshore (negara tetangga atau zona waktu dekat), dan offshore (lokasi jauh yang lebih murah, seperti Filipina atau India). Buat bisnis di Jakarta, kantor akuntan lokal yang mengurus pembukuan dan payroll kamu itu BPO onshore.

Apa bedanya BPO, KPO, shared services, dan alih daya?

Lima cara menjalankan pekerjaan yang sama, dibandingkan.

ModelSiapa yang mengerjakanCocok untukYang tetap kamu urus
Tim sendiri (in-house)Karyawanmu sendiriKerjaan inti atau sensitif, volume kecil, proses yang sering berubahRekrut, training, cuti, tools, supervisi
Alih daya tenaga kerjaPekerja dari perusahaan alih dayaPekerjaan yang diizinkan Permenaker 7/2026: kebersihan, katering, keamanan, pengemudi, penunjang operasionalArahan kerja harian dan hasilnya
BPOTim vendor, dikelola vendorProses bervolume tinggi dan berbasis aturan: customer service, pembukuan, payroll, input dataKontrak, target layanan, review kualitas
KPO (knowledge process outsourcing)Tenaga ahli di vendorKerjaan yang butuh keahlian: riset, analitik, analisis hukum atau keuanganBrief, review hasil, kerahasiaan
Shared servicesTim pusat di dalam grup usahamuGrup dengan banyak entitas yang menyatukan finance, HR, atau ITUnit layanan internal dan biayanya

Intinya: alih daya tenaga kerja menyediakan orang, dan kamu yang mengarahkan kerjanya. BPO menjual proses yang jalan sesuai target, dan vendor yang mengelola orangnya. KPO menjual keahlian, bukan volume. Shared services adalah "BPO internal" milik grup sendiri.

Seberapa besar pasar BPO?

Angka dari sumber utama per Oktober 2026, dalam USD sesuai sumbernya. Definisi pasar tiap lembaga berbeda, jadi bandingkan per baris saja.

PasarAngkaSumber
BPO globalUSD 328,4 miliar (2025); USD 358,6 miliar (2026); USD 695,8 miliar pada 2033 (9,9% per tahun)Grand View Research, Juni 2026
IT-BPM FilipinaLebih dari USD 40 miliar (2025), naik 5% dari USD 38 miliar; 1,9 juta pekerjaIBPAP, via Philstar, Januari 2026
BPM IndiaUSD 59 miliar di FY26, naik dari USD 55 miliarNASSCOM Strategic Review 2026, via ETV Bharat
BPO IndonesiaUSD 2,13 miliar (2025); USD 2,34 miliar (2026); USD 3,78 miliar pada 2031 (10,03% per tahun)Mordor Intelligence (estimasi komersial)

Pasar BPO Indonesia masih kecil dibanding Filipina, tapi menurut estimasi Mordor Intelligence tumbuh lebih cepat dari rata-rata global versi Grand View Research. Angka Indonesia ini estimasi lembaga riset komersial, bukan data resmi pemerintah.

Alasan perusahaan memakai BPO juga bergeser. Survei Global Outsourcing Deloitte 2024 terhadap lebih dari 500 pemimpin bisnis menemukan penghematan biaya sebagai alasan utama turun dari 70% (2020) ke 48% (2022) dan 34% (2024). Di survei yang sama, 67% sedang beralih ke kontrak berbasis hasil.

Apa untung dan risikonya buat bisnis?

  • Kapasitas fleksibel: Vendor bisa menambah atau mengurangi orang lebih cepat daripada kamu rekrut sendiri, berguna saat musim ramai seperti Ramadan dan Harbolnas.
  • Jam dan cakupan lebih luas: Layanan lebih lama, lebih banyak bahasa, dan cover saat karyawan cuti.
  • Proses lebih rapi: Vendor yang matang punya SOP, quality check, dan laporan yang belum tentu dimiliki tim kecil.

Risikonya juga nyata. Kamu melepas kontrol atas cara kerja, dan pengetahuan soal prosesmu menumpuk di vendor, bukan di perusahaanmu. Masa transisi butuh waktu sampai vendor paham sistem, pengecualian, dan gaya bicara brand kamu. Kontrak per orang atau per transaksi ikut membengkak saat volume naik.

Dan setiap proses yang di-outsource berarti data pelanggan pindah ke pihak lain, sementara kewajiban UU PDP tetap melekat di bisnismu. Tulis kewajiban pelindungan data vendor di kontrak sebelum data apa pun dikirim.

Siapa saja perusahaan BPO di Indonesia?

Gedung kantor di Quezon City, Filipina, dengan logo Concentrix dan Emerson di puncaknya, terlihat dari seberang jalur kereta layang di North Avenue.
Kantor Concentrix di North Avenue, Quezon City. Industri IT-BPM Filipina mempekerjakan sekitar 1,9 juta orang, menurut IBPAP.Foto: Judgefloro, domain publik, via Wikimedia Commons

Ini gambaran, bukan peringkat: belum ada ranking perusahaan BPO di Indonesia yang kredibel, dan yang cocok tergantung proses dan volumemu.

  • Pemain lokal dan regional: Infomedia Nusantara, anak usaha Telkom Indonesia, menawarkan BPO, CRM, dan shared service operation. VADS Indonesia bagian dari grup Telekom Malaysia (bukan Telkom Indonesia). PKSS menawarkan MPO, BPO, dan KPO.
  • Pemain global dengan operasi di Indonesia: TP (dulu Teleperformance, berkantor pusat di Paris) punya operasi di Indonesia. Concentrix dan TaskUs adalah pemain global lain di layanan pelanggan.
  • Jasa akuntansi dan pembukuan: InCorp Indonesia menawarkan akuntansi, pembukuan, dan payroll, kebanyakan untuk perusahaan asing. Untuk UMKM, BPO paling sering berbentuk jasa pembukuan bulanan dari kantor akuntan lokal.

Perusahaan facility services seperti ISS sering muncul di pencarian "perusahaan outsourcing", tapi itu alih daya fasilitas, bukan BPO. Saat membandingkan vendor, tanyakan hal yang sama ke semuanya: langkah proses mana yang mereka pegang, target layanan dan sanksinya, cara pengecualian dikembalikan ke kamu, akses sistem apa yang mereka butuhkan, dan di mana datamu diproses dan disimpan.

Proses apa yang paling sering di-outsource?

Yang paling sering adalah proses bervolume tinggi dan berbasis aturan: customer service lewat chat, email, dan telepon; pemrosesan order; pembukuan dan utang usaha; payroll dan administrasi HR; klaim dan dokumen; serta moderasi konten. Pemakai besarnya bank dan asuransi, telko, e-commerce dan ritel, kesehatan, dan perusahaan teknologi.

Buat UMKM, bentuk BPO yang paling umum adalah jasa pembukuan UMKM: kantor akuntan yang tiap bulan merapikan transaksi, menyusun laporan keuangan, dan mengurus pajak. Patokan sederhananya: kalau prosesnya punya aturan jelas, volumenya stabil, dan hasilnya bisa diukur, proses itu bisa di-outsource, dan juga jenis proses yang paling cocok dikerjakan AI.

Aturan alih daya dan pajak jasa outsourcing

Di Indonesia, "outsourcing" biasanya berarti alih daya tenaga kerja, dan aturannya baru berubah. PP 35/2021 mewajibkan perusahaan alih daya berbadan hukum dan berizin, dengan pekerja berstatus PKWT atau PKWTT. Setelah putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023 (31 Oktober 2024), terbit Permenaker 7/2026. Menurut Setneg (30 April 2026), aturan ini membatasi alih daya ke kebersihan, katering, keamanan, pengemudi dan transportasi, jasa penunjang operasional, serta pekerjaan penunjang di pertambangan, migas, dan kelistrikan, dan perjanjian tertulis wajib.

Apakah kontrak BPO untuk satu proses, misalnya customer service atau pembukuan oleh vendor, termasuk alih daya menurut aturan ini? Jawabannya tergantung isi kontrak dan cara kerjanya, dan harus datang dari konsultan hukum ketenagakerjaan, bukan dari artikel blog. Tanyakan sebelum tanda tangan.

Soal pajak, ada dua yang perlu dicek. PPh 23: menurut PMK 141/PMK.03/2015, jasa penyedia tenaga kerja dan/atau tenaga ahli (outsourcing services) dipotong PPh Pasal 23 sebesar 2% dari jumlah bruto, tidak termasuk PPN. Gaji pekerja yang dibayarkan vendor hanya bisa dikeluarkan dari dasar potongan kalau didukung kontrak dan daftar pembayaran gaji.

PPN: tarif efektifnya 11% (PMK 131/2024, dengan dasar pengenaan 11/12). Jasa penyediaan tenaga kerja murni bisa tidak dikenai PPN hanya kalau semua syarat Pasal 22 PP 49/2022 terpenuhi, termasuk vendor "tidak bertanggung jawab atas hasil kerja". BPO justru biasanya bertanggung jawab atas hasil, jadi umumnya kena PPN. Pastikan dengan konsultan pajakmu.

Berapa biaya BPO dan bagaimana model harganya?

Empat model harga yang umum di kontrak BPO.

Model hargaKamu bayar untukCocok kalauHati-hati dengan
Per FTE (per orang)Tiap orang yang didedikasikan, biasanya bulananKerjaannya susah dihitung per unitBayar juga saat orangnya menganggur
Per transaksiTiap unit: tiket, invoice, slip gajiVolume bisa dihitung dan cukup stabilTagihan naik saat volume melonjak
Berbasis hasilHasil: kasus selesai, akurasi, kecepatan penagihanHasilnya terukur dan dalam kendali vendorMendefinisikan hasil secara adil
HybridBiaya dasar plus bonus atau penalti berbasis hasilKebanyakan kontrak besarKontrak dan laporan lebih rumit

Everest Group menulis pada Desember 2025 bahwa pembeli lama membayar jam kerja, FTE, dan transaksi, dan aturan itu mulai berubah: kebanyakan kontrak sekarang hybrid. Tidak ada harga standar untuk BPO; semuanya tergantung lingkup, volume, dan target layanan. Minta penawaran dalam Rupiah untuk lingkup dan volume yang sama, lalu cek apa saja yang dihitung biaya tambahan, dan jangan lupa hitung PPN dan PPh 23-nya.

Apakah AI akan menggantikan BPO?

Tidak sepenuhnya, tapi AI sudah mengubah apa yang dijual vendor BPO. Contoh paling terkenal: Klarna. Pada Februari 2024, Klarna menyebut asisten AI-nya menangani 2,3 juta percakapan, dua pertiga chat layanan pelanggan, setara kerja 700 agen penuh waktu, dengan waktu penyelesaian turun dari 11 menit ke di bawah 2 menit.

Lalu ada koreksi. Bloomberg melaporkan pada Mei 2025 bahwa Klarna memperlambat pemangkasan berbasis AI dan pelanggan akan selalu bisa bicara dengan manusia. Vendor ikut bergerak: TP meluncurkan rencana "Future Forward" untuk menjadi perusahaan berbasis AI (Juli 2025), dan Concentrix (September 2026) menyebut 50% pendapatannya datang dari bisnis yang dimenangkan dalam tiga tahun sejak AI hadir.

Tiga prediksi Gartner menunjuk arah berbeda. Tahun 2022: AI percakapan memangkas biaya tenaga agen contact center USD 80 miliar pada 2026. Maret 2025: agentic AI menyelesaikan 80% masalah layanan umum tanpa manusia pada 2029. Juni 2025: pada 2027, 50% organisasi yang berencana memangkas tim layanan secara signifikan akan membatalkan rencana itu. Asosiasi industri Filipina, IBPAP, merangkumnya sebagai "the shift from capacity to capability": dari menjual jumlah orang ke menjual kemampuan.

Tim sendiri vs vendor BPO vs AI workflow

Perbandingan adil tiga cara menjalankan proses bervolume tinggi. Tidak ada yang menang di semua baris.

Tim sendiriVendor BPOAI workflow (Biks)
Waktu setupMinggu sampai bulan untuk rekrut dan trainingMinggu sampai bulan untuk transisiDalam hitungan minggu, di tools yang sudah kamu pakai
Model biayaGaji, BPJS, tunjangan, waktu manajemenPer FTE, per transaksi, berbasis hasil, atau hybrid, plus PPNBiaya build sekali plus langganan bulanan
SkalaTambah karyawanVendor tambah orangVolume naik tanpa tambah orang; pengecualian tetap ke orang
Kontrol kualitasSupervisi langsungTarget layanan, audit, laporanSemua langkah tercatat; tim kamu approve pengecualian
Lokasi dataDi perusahaanmuDi vendor, dengan kewajiban pelindungan data di kontrakCatatan tetap di tools kamu (WhatsApp, Accurate, Google Sheets)
Paling cocokKerjaan inti, sensitif, atau sering berubahButuh banyak orang: telepon, banyak bahasa, 24 jamProses berbasis aturan dan berulang di sistem yang sudah ada

Yang bisa diotomasi dengan baik: mencocokkan mutasi bank dengan invoice, input tagihan supplier, menjawab status order, menagih invoice telat, dan memindahkan data antar sistem. Yang tetap butuh orang: approve pembayaran dan refund, komplain, pengecualian di luar aturan, dan apa pun yang berdampak hukum atau pajak.

Di mana posisi Biks?

Biks membangun dan menjalankan AI workflow di atas tools yang sudah dipakai bisnismu, bukan memindahkan prosesnya ke tim luar. Kerjaannya tetap di WhatsApp, software akuntansi, dan spreadsheet kamu, dan tim kamu tetap yang meng-approve. Kami mengerjakannya untuk finance dan akuntansi dan operasional pelanggan, dan Rapi membantu founder dengan admin pribadinya.

Rosalie, bisnis makanan yang jualan lewat WhatsApp, memangkas admin pesanan harian dari lebih dari empat jam jadi sekitar 20 menit, mencapai response rate 99%, dan closing rate penjualannya naik lebih dari 50%, live dalam tiga minggu. Detailnya ada di studi kasus Rosalie.

Di sisi finance, satu firma jasa profesional mencocokkan 297 dari 297 baris tagihan di 18 proyek dalam sekali jalan, dan di setup lain 126 dari 128 transaksi cocok tanpa disentuh orang. Satu brand F&B multi-outlet merekonsiliasi 13 outlet dengan mutasi bank tiap hari pakai aturannya sendiri, dan timnya dapat 2 jam sehari kembali.

Model biayanya beda dari dua opsi lain: biaya build sekali plus langganan bulanan, dibandingkan gaji admin baru atau kontrak BPO per orang atau per transaksi. Go-live dalam hitungan minggu. Kalau kamu mau tanda tangan atau perpanjang kontrak BPO, hitung dulu opsi AI workflow untuk proses yang sama.

Sumber

  1. Klarna: Klarna AI assistant handles two-thirds of customer service chats in its first month (press release, 27 Feb 2024)
  2. TP: H1 2025 results press release (31 Jul 2025)
  3. Concentrix: Concentrix Reports Third Quarter 2026 Results (29 Sep 2026)
  4. Gartner: Gartner Predicts Conversational AI Will Reduce Contact Center Agent Labor Costs by $80 Billion in 2026 (31 Aug 2022)
  5. Gartner: Gartner Predicts Agentic AI Will Autonomously Resolve 80% of Common Customer Service Issues Without Human Intervention by 2029 (5 Mar 2025)
  6. Gartner: Gartner Predicts 50% of Organizations Will Abandon Plans to Reduce Customer Service Workforce Due to AI (10 Jun 2025)
  7. Deloitte: Global Outsourcing Survey 2024
  8. IBPAP: IT & Business Process Association of the Philippines
  9. PDPC: Guide to Managing Data Intermediaries
  10. Kementerian Sekretariat Negara RI: Pemerintah Perkuat Perlindungan Pekerja melalui Regulasi Pembatasan Outsourcing (30 Apr 2026)
  11. JDIH Kementerian Keuangan: PMK 141/PMK.03/2015 tentang Jenis Jasa Lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 UU PPh
  12. JDIH BPK Republik Indonesia: PP Nomor 49 Tahun 2022 tentang PPN Dibebaskan dan PPN atau PPN dan PPnBM Tidak Dipungut
  13. Grand View Research: Business Process Outsourcing Market Size Report (June 2026)
  14. Mordor Intelligence: Indonesia Business Process Outsourcing Services Market
  15. Bloomberg: Klarna Turns From AI to Real Person Customer Service (8 May 2025)

Pertanyaan umum

BPO adalah apa?
BPO adalah business process outsourcing: bisnis menyerahkan satu proses kerja utuh, misalnya customer service, pembukuan, atau payroll, ke vendor yang menjalankannya berdasarkan kontrak dan target layanan. Vendor merekrut dan mengelola orangnya, sementara bisnismu tetap bertanggung jawab atas hasil dan data pelanggan. Cocok untuk pekerjaan bervolume tinggi yang punya aturan jelas.
Apa perbedaan BPO dan outsourcing?
Di Indonesia, outsourcing biasanya berarti alih daya tenaga kerja: vendor menyediakan pekerja, dan kamu yang mengarahkan kerjanya. Sejak Permenaker 7/2026, alih daya dibatasi ke pekerjaan seperti kebersihan, katering, keamanan, dan pengemudi. BPO menjual proses yang jalan sesuai target, dan vendor bertanggung jawab atas hasilnya. Apakah kontrakmu termasuk alih daya, tanyakan ke konsultan hukum.
Apakah jasa outsourcing kena PPN dan PPh 23?
Umumnya ya. Menurut PMK 141/PMK.03/2015, jasa outsourcing dipotong PPh 23 sebesar 2% dari bruto di luar PPN; gaji pekerja bisa dikeluarkan dari dasar potongan jika ada kontrak dan daftar gaji. PPN efektif 11% berlaku kecuali semua syarat PP 49/2022 terpenuhi, termasuk vendor tidak bertanggung jawab atas hasil, yang jarang terjadi di BPO. Konfirmasi ke konsultan pajak.
Apakah AI akan menggantikan BPO?
Sebagian, bukan seluruhnya. Klarna menyebut asisten AI-nya setara kerja 700 agen pada 2024, tapi Bloomberg melaporkan pada 2025 bahwa Klarna memperlambat pemangkasan itu. Gartner (2025) memprediksi separuh organisasi yang berencana memangkas tim layanan besar-besaran akan membatalkannya pada 2027. Kerjaan rutin pindah ke AI; keputusan dan kasus sulit tetap di manusia.
Apa contoh perusahaan BPO di Indonesia?
Beberapa contohnya Infomedia Nusantara (anak usaha Telkom Indonesia), VADS Indonesia (grup Telekom Malaysia), TP Indonesia, dan PKSS, yang menawarkan layanan pelanggan dan back office. Untuk akuntansi dan payroll ada InCorp Indonesia, dan untuk UMKM banyak kantor akuntan lokal menawarkan jasa pembukuan bulanan. Belum ada peringkat BPO Indonesia yang kredibel, jadi bandingkan sesuai prosesmu.