WawasanOleh Nura Linggih

Daftar AI Tools IMDA: 116 Tools, Cuma 2 untuk Finance

Halaman AI Tools IMDA di SMEs Go Digital, dengan filter Finance, HR, Sales & Marketing, Operations, dan AI Workplace Productivity.
Gambar: IMDA (https://smesgodigital.gov.sg/web/ai-solutions/explore)

Daftar AI tools IMDA di portal SMEs Go Digital berisi 116 tools per 16 Oktober 2026: 73 (63%) punya free tier, 39 (34%) free trial, dan 4 (3%) berbayar, jadi 97% bisa dicoba gratis. Sales, marketing, dan kerja kantor mengambil 106 tools; finance cuma dua.

IMDA, regulator digital Singapura, mengumumkan halaman ini pada 13 Oktober 2026. Daftarnya dibuat untuk UKM Singapura, tapi hampir semua tools-nya global dan bisa kamu daftar dari Indonesia. Anggap saja ini shortlist gratis yang sudah disaring sebuah lembaga pemerintah. Di bawah ini kita bedah datanya, lalu bahas apa artinya buat UMKM Indonesia, termasuk soal UU PDP sebelum data pelanggan masuk ke tools ini.

Ringkasan

  • 97% bisa dicoba gratis: 73 tools (63%) berlabel "Free tier" dan 39 (34%) "Free trial". Yang berlabel "Paid" cuma 4: TESS AI, Midjourney, Remote, dan Qwen Studio.
  • Didominasi front office: Sales & Marketing 57 tools (49%), AI Workplace Productivity 49 (42%). Finance, HR, dan Operations totalnya cuma 10 (9%).
  • Finance cuma dua: Xero dan QuickBooks Online, dua-duanya free trial. Tools lokal seperti Accurate atau Jurnal tidak ada, karena daftarnya untuk pasar Singapura.
  • Mayoritas perusahaan AS: 70 tools (60%) dari perusahaan yang berkantor pusat di AS, 12 (10%) dari China, dan tidak ada satu pun dari Indonesia.
  • UU PDP tetap berlaku: Gratis bukan berarti bebas aturan. Data pelanggan yang kamu masukkan ke tools luar negeri tetap jadi tanggung jawab bisnismu.

Apa itu daftar AI tools IMDA?

Daftar AI tools IMDA adalah halaman AI Tools di portal SMEs Go Digital milik Infocomm Media Development Authority (IMDA) Singapura: direktori tools AI siap pakai yang bisa langsung didaftarkan di situs vendornya. IMDA menyebut daftarnya dikurasi dari berbagai sumber dengan melihat adopsi pasar, sentimen pengguna yang umumnya positif, dan relevansi untuk UKM.

Setiap tool punya label dari IMDA: fungsi bisnis, tingkat harga, sampai tiga jenis solusi, dan tingkat popularitas. Data halamannya juga memuat rating per tool. Biks memakai label itu apa adanya, tanpa menilai ulang.

Kenapa UMKM Indonesia perlu peduli? Karena memilih tools AI itu makan waktu, dan daftar ini sudah melewati saringan pertama. Hampir semua tools-nya bisa dipakai dari Indonesia, banyak yang mendukung Bahasa Indonesia, dan sebagian besar bisa dicoba tanpa bayar.

Berapa banyak tools di daftar AI tools IMDA yang gratis?

Label harga di 116 tools, sesuai tampilan IMDA per 16 Oktober 2026.

Label harga IMDAToolsPorsiArtinya buat kamu
Free tier7363%Paket gratis yang bisa dipakai terus, biasanya dengan batas user, pemakaian, atau fitur
Free trial3934%Akses penuh atau sebagian untuk periode tertentu, setelah itu bayar atau berhenti
Paid43%Tidak ada jalur gratis: TESS AI, Midjourney, Remote, Qwen Studio
Total116100%112 tools (97%) bisa dicoba tanpa bayar

Label ini adalah ringkasan IMDA atas penawaran vendor per Oktober 2026. Free tier dan durasi trial sering berubah, dan harga untuk Indonesia bisa beda dengan Singapura. Cek halaman harga vendor sebelum kamu bergantung pada satu paket.

Fungsi bisnis apa saja yang dicakup?

Grafik batang 116 AI tools IMDA per fungsi bisnis: Sales & Marketing 57, AI Workplace Productivity 49, Human Resources 5, Operations 3, Finance 2, dibagi free tier, free trial, dan paid.
Sales & Marketing dan AI Workplace Productivity mengisi 106 dari 116 tools.Grafik: Biks; data: IMDA SMEs Go Digital, 16 Okt 2026

Tools per fungsi bisnis dan label harga IMDA. Porsi dihitung dari total 116 tools.

Fungsi bisnisToolsPorsiFree tierFree trialPaid
Sales & Marketing5749%33240
AI Workplace Productivity4942%36103
Human Resources54%131
Operations33%300
Finance22%020
Total116100%73394

Dua fungsi ini mengisi 91% daftar. Sales & Marketing berisi CRM, outreach, email, video, dan desain. AI Workplace Productivity berisi asisten umum seperti ChatGPT, Claude, dan Gemini, plus office suite, project management, dan app builder.

Di AI Workplace Productivity, 36 dari 49 tools (73%) punya free tier. Di Sales & Marketing cuma 33 dari 57 (58%), karena CRM dan platform sales lebih sering pakai trial berbatas waktu.

Kenapa finance, HR, dan operasional sedikit sekali?

Finance, HR, dan Operations totalnya 10 tools atau 9% dari daftar. Finance berisi Xero dan QuickBooks Online (dua-duanya free trial). HR berisi BambooHR, Deel Payroll, Gusto, Remote, dan DingTalk. Operations berisi ClickUp, Jira, dan Odoo ERP.

Alasannya masuk akal dan bukan kritik ke IMDA. Tools back office menyimpan pembukuan, payroll, dan data supplier, jadi biasanya diadopsi sebagai sistem dengan setup dan migrasi data, bukan dicoba iseng satu sore. Direktori free tier secara alami lebih cocok untuk tools yang bisa dibuka, dites, lalu ditinggal.

Buat UMKM Indonesia, celahnya ada di kerjaan harian di antara sistem: mencocokkan mutasi bank dengan invoice, menagih pembayaran, menjawab pelanggan dan supplier di WhatsApp. Pekerjaan seperti ini jarang beres dengan satu tool siap pakai. Di situlah Biks membangun AI agent untuk finance dan akuntansi yang bekerja dengan Accurate, Jurnal, atau Google Sheets yang sudah kamu pakai, dengan approval tetap di tim kamu.

Jenis AI tools apa yang paling banyak?

IMDA memberi tiap tool sampai tiga label jenis solusi. Yang paling sering muncul:

Jenis solusi (label IMDA)Jumlah toolsContoh
Video Generation18HeyGen, CapCut, invideo, Synthesia
Cloud Collaboration14Google Workspace, Microsoft 365, Figma, Miro
Project Management12Asana, ClickUp, Jira, monday work management
General Purpose LLM11ChatGPT, Claude, Gemini, DeepSeek
Customer Relationship Management (CRM)10HubSpot Sales Hub, Pipedrive, Zoho CRM, Close

Video jadi kategori terbesar: 18 tools untuk membuat atau mengedit video, lebih banyak dari gabungan fungsi Finance, HR, dan Operations. Buat UMKM yang jualan lewat TikTok Shop atau Instagram, ini bagian yang paling bisa langsung dicoba. Adobe, HubSpot, dan ByteDance masing-masing punya tiga tools di daftar.

Perusahaan di balik tools ini berkantor pusat di mana?

Klasifikasi Biks atas kantor pusat perusahaan tiap tool, dari situs resmi perusahaannya, per Oktober 2026.

Kantor pusatToolsPorsiContoh
Amerika Serikat7060%ChatGPT, Gemini, HubSpot, Microsoft 365, Notion
China1210%DeepSeek, CapCut, Kimi, Qwen Studio, DingTalk
Australia43%Canva, Leonardo.Ai, Jira, Trello
Israel43%monday CRM, monday work management, Wix, D-ID
Inggris33%Synthesia, VEED, Colossyan
India33%Zoho CRM, Zoho Desk, WotNot
Singapura22%Manus, Lark
Prancis, Kanada, Polandiamasing-masing 2masing-masing 2%Brevo, lemlist; Shopify, Voiceflow; GetResponse, LiveChat
11 negara lain + 1 proyek open source1210%Xero (Selandia Baru), Odoo (Belgia), Wati (Hong Kong), GIMP

Tidak ada satu pun tool dari perusahaan Indonesia. Artinya, hampir setiap kali kamu memasukkan data pelanggan ke tools ini, datanya diproses oleh perusahaan di luar Indonesia. Kantor pusat memang tidak sama dengan lokasi server, tapi tetap jadi pertanyaan pertama untuk kepatuhan UU PDP.

Seberapa populer dan bagus rating-nya?

IMDA melabeli 16 tools popularitas "Very high" (14%), 70 "High" (60%), dan 30 "Moderate" (26%). Median rating di data IMDA 4,5 dari 5, dan 64 dari 116 tools punya rating 4,5 ke atas.

Enam tools ada di angka 3,0: DingTalk, Dola, Kling AI, Lark, MiniMax, dan Z.ai, semuanya berlabel popularitas "Moderate". IMDA tidak menjelaskan cara menghitung rating-nya, jadi anggap ini satu sinyal saja di samping hasil uji coba kamu sendiri.

Free tier atau free trial: mana yang cocok buat UMKM?

  • 1. Pilih kerjaannya dulu: Misalnya membalas pertanyaan produk di WhatsApp atau bikin konten mingguan. Catat berapa lama kerjaan itu makan waktu sekarang.
  • 2. Belajar pakai free tier: 63% daftar bisa dipakai terus tanpa bayar, cocok buat uji pelan-pelan dengan beban kerja asli.
  • 3. Pasang trial di siklus nyata: Mulai trial CRM atau payroll menjelang tutup buku, kampanye, atau gajian, supaya trial-nya ketemu kerjaan yang sebenarnya.
  • 4. Tentukan aturan lanjut atau stop: Tulis hasil yang bikin kamu mau bayar, misalnya jam yang dihemat per minggu, sebelum trial habis.

Free tier itu paket gratis permanen dengan batasan; free trial itu cicip paket berbayar dengan batas waktu. Dengan free tier kamu bisa jalankan satu workflow kecil berminggu-minggu dan baru upgrade kalau mentok. Dengan trial, jam mulai jalan sejak daftar, jadi siapkan dulu sebelum klik.

Apa yang harus dicek sebelum data pelanggan masuk ke tools AI gratis?

  • Kamu tetap bertanggung jawab: Sebagai pengendali data, bisnismu tetap bertanggung jawab atas data pelanggan yang diproses vendor atas nama kamu. Baca syarat penggunaan tool soal penyimpanan dan pemakaian input.
  • Data keluar Indonesia: UU PDP mengatur transfer data pribadi ke luar wilayah Indonesia (Pasal 56). Dengan semua tools di daftar ini dari perusahaan luar negeri, ini hampir pasti relevan.
  • Uji pakai data dummy: Coba free tier dengan data contoh atau data non-pribadi dulu. Pindahkan data pelanggan asli hanya ke paket bisnis dengan kontrol admin dan ketentuan data yang jelas.

UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) berlaku untuk tools gratis maupun berbayar. Peraturan pelaksananya, PP 33/2026, mulai berlaku 16 Januari 2027, dan penegakannya saat ini ada di Komdigi sampai lembaga pengawas PDP terbentuk. Detailnya ada di panduan UU PDP dan AI.

Gimana Biks menyusun dataset ini?

Sumber: halaman AI Tools IMDA di SMEs Go Digital (smesgodigital.gov.sg/web/ai-solutions/explore), dibaca lewat data publik di balik halaman itu pada 16 Oktober 2026. Hari itu halamannya menampilkan 116 hasil, sama dengan jumlah entri datanya.

Label harga, fungsi bisnis, jenis solusi, popularitas, dan rating adalah label IMDA tanpa diubah. Kantor pusat adalah klasifikasi Biks dari situs resmi tiap perusahaan: kantor pusat yang mereka sebut, atau entitas di syarat penggunaannya kalau kantor pusat tidak disebut, per Oktober 2026. Porsi dibulatkan ke persen terdekat.

Tabel lengkapnya boleh dipakai ulang dengan menyebut sumber: unduh dataset (TSV, 116 baris).

Sumber

  1. IMDA: Artificial Intelligence Tools | SMEs Go Digital (snapshot 16 Oct 2026)
  2. IMDA: 30 SMEs recognised at inaugural SME AI Impact Awards (press release, 13 Oct 2026)
  3. IMDA: Go Digital Advisor | SMEs Go Digital
  4. Enterprise Singapore: EDGE Grant
  5. Enterprise Singapore: EDGE Grant FAQs
  6. PDPC: Guide to Managing Data Intermediaries
  7. PDPC: Advisory Guidelines on Key Concepts in the PDPA
  8. JDIH BPK Republik Indonesia: Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi
  9. Pemerintah Republik Indonesia (salinan via Pemkab Banyumas): PP Nomor 33 Tahun 2026 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 27 Tahun 2022
  10. Lark: Lark Privacy Policy (Lark Technologies Pte. Ltd., Singapore)
  11. Manus: Manus Privacy Policy (Butterfly Effect Pte. Ltd.)

Pertanyaan umum

Berapa jumlah tools di daftar AI tools IMDA?
Per 16 Oktober 2026, halaman AI Tools IMDA di SMEs Go Digital memuat 116 tools: Sales & Marketing 57, AI Workplace Productivity 49, Human Resources 5, Operations 3, dan Finance 2, sesuai label fungsi bisnis dari IMDA. Dataset lengkap Biks bisa diunduh gratis.
Apakah AI tools di daftar IMDA gratis?
Hampir semua bisa dicoba gratis. Dari 116 tools, 73 (63%) punya free tier dan 39 (34%) free trial menurut label IMDA per 16 Oktober 2026. Empat berlabel berbayar: TESS AI, Midjourney, Remote, dan Qwen Studio. Cek ketentuan terbaru di situs vendor.
Apakah UMKM Indonesia bisa memakai tools di daftar IMDA?
Bisa. Daftarnya dibuat untuk UKM Singapura, tapi hampir semua tools-nya layanan global yang bisa didaftarkan dari Indonesia langsung di situs vendor. Harga dan fitur untuk Indonesia bisa berbeda, dan tools lokal seperti Accurate atau Jurnal tidak termasuk di daftar ini.
Apakah memasukkan data pelanggan ke AI tools gratis melanggar UU PDP?
Tidak otomatis melanggar, tapi bisnismu tetap bertanggung jawab. Semua tools di daftar IMDA berasal dari perusahaan luar negeri, jadi aturan transfer data pribadi ke luar Indonesia di UU PDP relevan. Uji dengan data dummy dulu dan pakai paket bisnis dengan ketentuan data yang jelas.