Studi KasusOleh Nura Linggih

13 outlet direkonsiliasi tanpa repot tiap hari.

Sebuah brand F&B ternama dengan 13 outlet di Indonesia mencocokkan setoran tiap outlet ke mutasi bank secara manual setiap hari. Biks membangun integrasi ke data POS brand itu dan agent yang membaca closing tiap outlet, mencocokkannya ke rekening koran pakai aturan brand sendiri, lalu mengisi master sheet tim keuangan. Live dalam empat minggu, sudah ribuan rekonsiliasi jalan, dan tim dapat 2 jam sehari kembali.

Outlet direkonsiliasi tiap hari
13
Waktu tim yang kembali tiap hari
2 jam
Rekonsiliasi jalan pakai aturan brand
Ribuan
Dari mulai sampai live
4 minggu

Angka dari deployment brand yang sudah live, 2026.

Tumpukan struk outlet berpenjepit, slip setoran, kalkulator, dan laptop tertata di meja belakang dengan cahaya hangat.

Sebelum

  • Closing tiap outlet dicek manual ke mutasi bank
  • Angka POS disalin ke master sheet
  • Selisih baru ketahuan beberapa hari kemudian

Sesudah

  • Data POS masuk lewat integrasi yang dibangun Biks
  • Tiap outlet dicocokkan ke bank pakai aturan brand
  • Tim cukup review selisihnya

Sebuah brand F&B ternama dengan 13 outlet di Indonesia mencocokkan setoran harian tiap outlet ke mutasi bank secara manual. Setiap closing harus dibaca, dicocokkan ke rekening koran, lalu diketik ke master sheet tim keuangan, dan kerjaan ini makan sekitar 2 jam sehari.

Brand ini mau aturan yang sama dijalankan setiap hari, oleh sesuatu yang nggak capek setelah shift panjang.

Gimana POS disambungkan ke bank?

Biks membangun integrasi ke data POS brand ini, jadi penjualan tiap outlet masuk tanpa ada yang menyalin. Agent membaca closing tiap outlet, mencocokkannya ke rekening koran pakai aturan rekonsiliasi yang sudah dipakai brand, lalu mengisi master sheet yang dipakai tim keuangan.

Yang nggak cocok dikirim ke tim sebagai selisih untuk di-review. Aturannya tetap milik brand: agent yang menjalankan, orang yang memutuskan soal exception. Workflow pertama live dalam empat minggu.

Gimana cara kerjanya, langkah demi langkah?

Setiap outlet lewat empat langkah yang sama tiap hari.

LangkahYang terjadi
KumpulkanData POS dari 13 outlet masuk lewat integrasi yang dibangun Biks.
CocokkanClosing tiap outlet dicocokkan ke rekening koran pakai aturan brand.
CatatHasil yang cocok mengisi master sheet tim keuangan.
ReviewSelisih dikirim ke tim keuangan; outlet yang cocok nggak perlu diapa-apakan.

Apa hasil yang didapat brand ini?

Rekonsiliasi outlet harian.

SebelumDengan Biks
Outlet13, dicek manual13, dicocokkan otomatis
Waktu per hariSekitar 2 jamCukup review selisih
Angka POSDisalin ke master sheetMasuk lewat integrasi
Rekonsiliasi yang jalanSatu per satuRibuan, pakai aturan brand

Apa yang berubah untuk tim keuangan?

Staf keuangan mengecek daftar pendek selisih di laptop di samping tumpukan struk outlet yang sudah selesai.
Tim keuangan sekarang cukup review selisihnya.
  • 13 outlet direkonsiliasi tiap hari: Setoran tiap outlet dicocokkan ke bank dengan aturan yang sama.
  • 2 jam sehari kembali: Tim keuangan review selisih, bukan menyusun rekonsiliasi dari nol.
  • Ribuan rekonsiliasi: Jalan pakai aturan brand sejak live.

Sekarang tim keuangan memulai hari dengan daftar selisih yang pendek, bukan tumpukan closing.

Lihat cara Biks mengotomasi keuangan dan akuntansi dan operasional F&B.

Pertanyaan umum

Gimana bisnis F&B multi-outlet mengotomasi rekonsiliasi bank?
Dengan menyambungkan data POS ke agent yang mencocokkan closing tiap outlet ke rekening koran pakai aturan bisnis sendiri. Di kasus ini, brand F&B dengan 13 outlet di Indonesia dapat 2 jam sehari kembali.
Berapa lama otomasi rekonsiliasi outlet sampai live?
Empat minggu untuk brand 13 outlet ini, dari mulai sampai jalan dengan data asli.
Apa yang masih dikerjakan tim keuangan?
Review selisihnya. Yang nggak cocok dikirim ke tim; outlet yang sudah cocok nggak perlu diapa-apakan.