Toko WhatsApp yang tetap terima order di luar jam kerja.
Sebuah brand F&B Indonesia memindahkan order WhatsApp-nya ke agent Biks. Pelanggan lihat katalog, isi keranjang, dan kirim bukti bayar di chat; tim tinggal approve, lalu kurir diatur dari situ. Sejak Juni, 1.100+ pelanggan sudah chat dengannya dan 270+ order masuk, dengan median 13 menit dari bukti bayar sampai approval.
- Pelanggan dilayani lewat chat sejak Juni
- 1.100+
- Order masuk lewat WhatsApp
- 270+
- Median dari bukti bayar ke approval
- 13 menit
- Pesan masuk antara jam 21.00 dan 08.00
- 15%
Dari sistem order brand yang sudah live, Juni sampai Oktober 2026.

Sebelum
- Order diketik ulang manual dari chat
- Bukti bayar dicek satu per satu
- Pesan malam baru dibalas pagi
Sesudah
- Katalog, keranjang, dan bukti bayar dalam satu chat
- Tim tinggal tap approve tiap order
- Pelanggan tetap dapat jawaban malam hari
Sebuah brand F&B Indonesia jualan lewat WhatsApp, jadi setiap order datang sebagai percakapan yang harus dibaca, diketik ulang, dan dicek dengan bukti bayar.
Biks memindahkan alur itu ke AI agent WhatsApp. Pelanggan lihat katalog, isi keranjang, dan kirim bukti bayar di chat yang sama. Tim tinggal tap approve, lalu kurir diatur dari situ.
Apa yang dibangun Biks untuk brand ini?
Agent menjawab pertanyaan produk, menyimpan keranjang, dan minta bukti bayar saat pelanggan siap. Setiap order lalu menunggu satu keputusan dari orang: approve atau tanya balik. Nggak ada yang dikirim hanya karena agent bilang oke.
Pelanggan nggak perlu nunggu jam buka. Sekitar 15% pesan masuk antara jam 21.00 dan 08.00, dan pelanggan itu tetap dapat jawaban dan tetap bisa order.
Gimana cara kerjanya, langkah demi langkah?
Seluruh order terjadi di satu chat WhatsApp.
| Langkah | Yang terjadi |
|---|---|
| Lihat-lihat | Pelanggan melihat katalog di WhatsApp. |
| Keranjang | Agent mengisi keranjang dan mengonfirmasi order. |
| Bayar | Pelanggan mengirim bukti bayar di chat. |
| Approve | Tim tap approve, median 13 menit setelah bukti bayar. |
| Kirim | Kurir diatur setelah approve. |
Apa hasil yang didapat brand ini?
Order lewat WhatsApp sejak Juni 2026.
| Sebelum | Dengan Biks | |
|---|---|---|
| Menerima order | Diketik ulang manual dari chat | Katalog dan keranjang di chat |
| Bukti bayar | Dicek satu per satu | Diterima di chat, di-approve dengan satu tap |
| Pesan malam | Menunggu pagi | Dibalas; sekitar 15% masuk jam 21.00 sampai 08.00 |
| Pelanggan dan order | Diurus manual | 1.100+ pelanggan, 270+ order |
Apa yang berubah untuk tim?

- 1.100+ pelanggan dilayani lewat chat: Sejak agent live di bulan Juni.
- 270+ order masuk lewat WhatsApp: Semuanya di-approve oleh tim.
- 13 menit dari bukti bayar ke approval: Median waktu tunggu, jadi pelanggan nggak dibiarkan menebak.
Waktu tim habis untuk approval dan pelanggan yang butuh orang, bukan untuk ngetik ulang order.
Lihat cara Biks menjalankan operasional pelanggan di WhatsApp, atau baca bagaimana Rosalie membalas setiap pelanggan di bawah 30 detik.
Pertanyaan umum
- Bisa nggak bisnis F&B terima order lewat WhatsApp otomatis?
- Bisa. Di kasus ini, agent WhatsApp sebuah brand F&B Indonesia menampilkan katalog, mengisi keranjang, dan menerima bukti bayar, lalu tim tinggal tap approve. Sudah 270+ order masuk sejak Juni 2026.
- Seberapa cepat order WhatsApp di-approve?
- Median 13 menit dari bukti bayar sampai approval.
- Apakah pelanggan order di luar jam buka?
- Ya. Sekitar 15% pesan masuk antara jam 21.00 dan 08.00, dan pelanggan itu tetap bisa order.


